Kebiasaan Meludah

Selain buang sampah sembarangan, kebiasaan orang Indonesia adalah meludah di sembarang tempat. Membayangkan saja sembari mengetik tulisan ini udah membuat saya pengen muntah. Saya gak tahu di kota lain, tapi di Jakarta pejalan kaki, pedagang, tukang parkir, pengendara sepeda motor bahkan pengendara mobil (baru kejadian tadi pagi persis di depan saya) tanpa merasa bersalah meludah.  Kalau jalan kaki saya kudu hati hati melangkah takut keinjek ludah atau dahak orang (saya sejijik itu sama ludah/dahak).  Saya paling sebal kalau persis di depan saya ada yang meludah atau mengeluarkan dahak. Segatal gatalnya tenggorokan bisa gak tidak membiasakan membuangnya di jalanan apalagi kalau di belakang dan atau sebelah kamu lagi ada orang jalan kaki.

Kenapa saya membenci kebiasaan tersebut selain disgusting, meludah atau buang dahak sembarangan sangat beresiko menyebarkan penyakit loh. Kuman atau bakteri yang terkandung di ludah maupun dahak bisa dengan mudah berpindah ke orang lain. Kuman yang terkandung dalam ludah/ dahak bisa dihirup oleh orang lain karena kuman/bakteri tersebut bisa bertahan hidup 
6 jam di udara dan pada kondisi gelap dan lembap, kuman  dapat bertahan berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan. Bayangin deh setiap hari kita menghirup udara yang banyak orang menyumbangkan penyakit lewat meludah dan mengeluarkan dahak sembarangan. 

Salah satu penyakit yang mudah ditularkan lewat ludah/dahak adalah TB. 
Indonesia masih menjadi negara penyumbang TB terbesar ketiga di Asia setelah Cina dan India. Sebanyak 0,24% penduduk Indonesia menderita penyakit ini. TB menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Coba perhatikan ketiga negara tersebut, bukankah tiga tiganya adalah kategori negara yang terkenal kurang bersih. Artinya kebiasaan masyarakat buang sampah, buang ludah berhubungan dengan penyakit TB. Beda jauh dengan Singapura yang terkenal rapi dan bersih, pemerintah nya bahkan membuat peraturan denda hingga 10 juta kalau meludah sembarangan. 

Selain TB penyakit lainnya seperti flu, herpes dan hepatitis juga bisa disalurkan lewat ludah. Duh nyebayangin nya aja saya ngeri. So please kebiasan kebiasaan yang tidak elok dipandang mata dan merugikan orang lain dikurang kurangin deh. Kalau emang lagi terdesak banget pengen buang ludah/dahak di jalan coba dibuangnya ke tissue saja lalu dibungkus dan kalau udah nemu tempat sampah dibuang deh tuh agar kuman/bakterinya tidak menguap ke udara yang akan dihirup  oleh orang orang di sekitar kita. 

Advertisements

Before 30

Judul di atas saya copy dari judul sebuah buku yang sebenarnya belum saya baca sama sekali. Berhubung judulnya sama dengan judul hidup saya maka it’s oke lah copy judulnya asal gak isinya aja hehhehe. 30 november kemarin secara sah saya akan menjalani yang namanya hidup sebelum kepala 3. Kemarin I’m turning to 29 years old.  Masa dimana semua orang bahkan yang hanya baru ketemu dua kali semakin gencar menakuti nakuti menikah lama adalah sebuah kesalahan dan akan menghasilkan penyesalan. You know I just laugh  at it all. Disaat orang orang panik meminta saya mengakhiri hidup single, saya justru semakin tidak tergesa tergesa untuk mengakhirinya. 

Di usia 29  saya sadar bahwa hidup tidak selalu harus mengikuti standar orang pada umumnya. Semua orang berbeda maka standar hidup juga tentu berbeda. Mengikuti standar orang lain jika membuat hidup tidak bahagia untuk apa dikerjakan. Tujuan hidup adalah berbahagia (berbahagia bekerja, berbahagia dalam menjalin relasi, berbahagia berkeluarga, berbahagia menolong orang lain, berbahagia beribadah). Intinya dalam hidup apapun yang kamu kerjakan dan  lakukan haruslah menghasilkan kebahagiaan. Untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut maka kita harus melakukan segala sesuatunya tanpa keterpaksaan, tanpa takut dinilai orang lain, tanpa takut dianggap berbeda. Lalu jika ingin membawa kebahagiaan kepada orang lain harusnya kita juga harus dalam keadaan berbahagia. Membawa kebahagiaan dengan mengikuti standar mereka dan kita mengabaikan atau melupakan bagaimana membahagiakan diri sendiri, kasihan sekali hidup kita.

Hal kedua yang  juga saya mulai pahami adalah dalam hidup ini tidak semua harus dikerjakan secara tergesa gesa. Semua ada waktunya dan Tuhan memberi waktu tersebut sudah sangat sempurna. Saya adalah tipe yang segala sesuatunya ingin cepat selesai, cepat didapat. Tetapi di ulang tahun kemarin saya belajar bahwa setiap proses harus dijalani dan dinikmati. Hasil tanpa menikmati proses akan lebih cepat hilang dan menjadi tampak biasa. Apapun yang dikerjakan tergesa gesa hasilnya tidak akan lebih baik. Disaat tidak tergesa gesa justru kadang diberikan Tuhan hasil yang bahkan tidak pernah muncul di pikiran. Pas udah terima begitu kan jadi bisa senyum senyum. Cara Tuhan emang sangat manis 

Before 30 I want to live my life to the fullest.  Saya ingin hidup secara sehat fisik, jiwa dan mental. Mencintai diri sendiri dan menjadi the best version of me. Kalau kata Om Steve Jobs 
“Your time is limited, don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma, which is living the result of other people’s thinking. Don’t let the noise of other’s opinion drown your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition, they somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.”   Live Life the fullest artinya menghidupi hidup sehari demi sehari, menjadi diri sendiri, quit complaining dll. Untuk lebih tahu do clickhttps://personalexcellence.co/blog/101-ways-to-live-your-life-to-the-fullest/

Be a Blessing

Manusia itu memiliki karakter, sifat yang beragam. Ada yang pendiam, ada yang berisik, ada yang pemalu, ada yang sangat mudah berkenalan/bertemu dengan orang orang baru, ada yang sabar, ada yang tidak sabaran, ada yang selalu merasa cukup dan bersyukur, ada yang selalu ingin diberi dan tidak merasa cukup. Nah sifat terakhir ini kebetulan dimiliki beberapa orang yang  berada disekitar saya setiap harinya. Setiap mereka complaint dengan apa yang sudah diterima, rasanya kok sangat mengganggu di hati saya. Saking keselnya setiap mendengar mereka complain kok ya pengen tak jawab “disyukurin atuh apa yang ada, jangan selalu mikir berapa banyak yang saya terima. Kadang mikir juga berapa banyak yang sudah saya beri”.

Jadi kebetulan minggu lalu baru ikut ibadah PAKJ akhir tahun 2018. Temanya saat itu adalah Alumni pembawa Shalom. Nah berkaitan dengan tema tersebut ada sebuah lagu pujian yang diangkat dengan penggalan lirik “make me a blessing to someone today” Lirik ini berhasil mengganggu  hati dan pikiran saya. Sehari demi sehari sepertinya saya perlu bertanya pada diri sendiri “Am I being a blessing to someone today?”  Menjadi berkat bagi seseorang (dikenal maupun tidak dikenal) tidak melulu tentang memberi secara materi _ini selalu jadi tolak ukur manusia pada umumnya dan it’s totally wrong_. Menjadi blessing bagi orang bisa jadi kamu memberikan dia sebuah senyuman tulus, mengajaknya berbicara, mendengarkan keluh kesahnya, mengucapkan terima kasih dll. That’s all a kind of blessing that simple way to do. 

So please jangan sering menggerutu apalagi yang namanya udah topik uang. Mental diberi gratis, mental dibayarin, mental ditolong, mental dimengerti sebenarnya tidak jauh merupakan mental miskin. Miskin dan mental miskin itu berbeda loh ya. Miskin belum tentu memiliki mental miskin dan kaya atau berkecukupan bisa jadi memiliki mental miskin.  Miskin bisa saja menjadi blessing ke orang lain. Sementara orang yang memiliki cukup mapun kaya belum tentu bisa menjadi blessing ke orang lain. 

Kalau kemarin kantor saya bayari karyawannya jalan jalan terus masih ada yang komplain “kemarin dari pagi sampe malam gak ada dikasih makan” padahal jelas jelas semua makan ditanggung biaya travel yang sudah dibayarkan. Intinya mereka maunya pas berangkat dikasih makan dan pas mau pulang dikasih makan lagi. Whaattt I have no idea how much you need to paid. Sekali lagi yuk belajar bersyukur dan tidak menuntut ingin selalu diberi banyak, digratisin, ditraktir tapi belajarlah menjadi berkat. Be a blessing to someone. 

Dua tahun nge-Skincare

Setelah dua tahun menjalani atau mengenal dunia skincare, jujur saya merasa puas dengan kondisi kulit saya sekarang. Meskipun awal bayangannya adalah semulus kulit para beauty influencer atau semacamnya namun sepertinya itu adalah mimpi semata. Perjuangan nyisihin duit biar bisa beli skincare setidaknya ada hasilnya. Kalau dulu ngeliat muka sendiri di kaca kok ya kusam banget kalau sekarang gak kusam kusam amat dan lumayan menambah kepercayaan diri. Waktu zaman kusam dan break out parah, saya sampe kurang pede kalau mau ketemu atau janjian sama teman.

Skincare yang sekarang saya lagi pakai sebenarnya udah banyak berubah saat pertama kali pakai skincare. Jiwa penasaran karena baca review dan nonton youtube berhasil menyeret saya membeli berbagai produk “mehong->di ukuran dompet saya”. Tapi sebagai sobat kismin  yang ingin tak terlihat kismin banget, siasat beli share in jar adalah kunci dari jawaban semua kegelisahan hahahha. Kalau ada penemu sistem “share in jar” I wanna thank him/her so much. Tanpa ide tersebut mungkin saya sampai sekarang hanya akan bisa gigit jari baca review-review yang bikin ngiler tersebut. 

Perjalanan memakai skincare selama dua tahun terakhir bisa dibilang adalah proses yang hasilnya belum tentu sesuai ekspektasi. Beberapa kali coba yang baru, bukannya bagus malah bikin break out. Yes even jenis skincara yang kita pakai ditujukan untuk jenis kulit kita belum tentu cocok. Ibaratnya Skincare itu cocok cocokan dan pencariannya ibarat pencarian jodoh hahhaha. Jadi untuk tahu apa yang pas dan berhasil bikin kulit kita bagus harus berani mencoba. Tapi jangan asal coba juga sih, misalnya jenis kulit kering tapi malah beli produk skincare untuk mengurangi sebum, ini namanya keterlaluan hehehehe. Sebelum mencoba tetap harus tahu dulu tipe kulit dan jenis skincare ingin dicoba.

Nah kalau ditanya terus gimana kondisi kulit saya sekarang. Saya masih suka jerawatan dan tipe jerawat saya itu gede  seperti bisul loh. Tapi kalau jerawatan saya udah gak panik lagi. I know what should I do to them *gaya banget sih. Kulit saya juga masih minyakan kalau udah mulai jam 11. Padahal saya udah pakai bedak loose powder yang katanya paling cocok dan bisa nahan minyak untuk oily skin, tetep aja gak bisa ditahan minyaknya heehehhe. Kulit saya juga masih ada bekas bekas jerawat dan warnanya masih belum rata, but at least bekasnya gak ganggu bangetlah di mata. Produk apa aja yang lagi saya pakai akan saya share di tulisan selanjutnya nunggu difoto dulu produk produknya biar gak hoax hehehe. Anyway saya sempat bikin vlog ala ala sama temen, go watch it semoga gak nyesal ya 🙂
https://youtu.be/2WkHgSCBjsA 

Bye Instagram?

Kebiasaan saya kalau lagi gak kemana mana di saat weekend adalah tidur dan tenggelam dalam dunia media sosial. Nah dua minggu lalu saya gak kemana- mana sehingga dari pagi sampe siang main HP mulu. Lalu entah kenapa tiba tiba kepikiran mau berhenti sementara dari dunia per-instagram-an. Selain makan waktu yang cukup banyak, ngabisin kuota paling cepat dan membuat saya menjadi tidak produktif. Gimana gak produktif seharian bisa goleran di kasur scrolling Instagram. Dengan yakin dan penuh kekuatan saya log out dari instagram kemudian menghapus aplikasi instagram  dari HP. Dalam sehari dua hari sih masih bisa bertahan dan beberapa hari kemudian saya rindu stalking-in orang (hahahaha). Karena rindunya gak bisa ditahan jadilah saya download lagi aplikasi IG dan tadaaaaa saya gak bisa masuk dongg. Padahal alamat email dan password gak pernah ganti atau pas log out itu sebenarnya saya hapus akun.

Cukup sedih ketika tahu kalau akun saya gak bisa balik lagi. Padahal semua foto yang saya upload adalah foto foto perjalanan ke beberapa daerah dengan pemandangan yang indah. Isi akun saya pun lumayan rapi lah ( dikit tapi) gak ada foto selfie, gak ada foto kongkow kongkow, intinya wajah orang dan wajah saya gak bertebaran disana. Makin sedih karena semua foto tersebut tidak lagi saya simpan di HP. Dulu memory HP saya itu gak sanggup menyimpan banyak file. Jadi setiap udah upload di IG langsung saya hapus di HP karena toh masih bisa lihat di IG (pikir saya dulu).

Sekarang saya terpaksa bikin akun IG baru. Belum ada upload foto karena udah males (belum move on dari akun lama). Akun yang sekarang sementara masih dipake buat stalking orang, oppa oppa korea, ngelirik lambe turah demi update berita tanpa harus nongkrongin Silet di TV hahahha. Hanya saja sekarang dengan akun yang baru saya lebih sering memilih info apa yang perlu saya serap dan ilmu apa yang bisa saya pelajari dari ngabisin kuota internet. Instagram yang sering saya intip adalah Reza Gunawan. Trust me belajar dari dia sangat bermanfaat. Semua yang dishare di IG TV mas Reza adalah kebutuhan dan jawaban atas semua masalah yang dihadapi atau alami hampir semua manusia. Go check his IG.




 

Long way to go

 

PicsArt_10-23-10.23.28
Celebrating 365 days

Dulu sebelum punya pacar suka bertanya tanya sendiri “gimana ya muka pacar gw ntar” Nah pas pertama kali dapat panggilan kerja tahun 2012 di Wilmar Grup, HRD yang menginterview saya saat itu Pak Denny Simanjuntak beberapa kali  nyebut nama William. Pak Denny bilang “ntar kalau keterima, kamu akan satu tim dengan William” Lalu saat hari pertama kerja dijemput driver bang Edi juga sebut sebut nama William sampe saya merasa wondering “ganteng gak ya orangnya, ntar dia suka gak sih sama saya?” hahahha ya di mobil dalam perjalanan ke kantor saya kepikiran nanya itu dalam hati saya. Aneh bukan?

And now here we are after temenan pasang surut selama 5 tahun dan  sekarang sudah 1 tahun pacaran. Gak pernah nyangka we would be a couple karena dari zaman saya di PHP in udah tahu He has no feeling for me.  Hasil jawaban doa kita ternyata membuat kita berani berkomitmen untuk menjalani hubungan. Selama pacaran 1 tahun ini kita udah beberapa kali brantem, diam-diaman, dan pernah juga saya nya iseng main tinder hahahha. Memelihara rasa cinta atau sayang ternyata tidak mudah, *I give my respect to all couples who survive throughout life*

A bucket flowers for 365 days
A bucket flowers for 365 days

Setahun sebenarnya masih terlalu mudah untuk mengatakan kita sudah cocok dan yakin satu sama lain. We still have a long way to go. Apalagi di usia “layak nikah” di mata sosial, kita harus siap siap menjelaskan kita belum bisa memenuhi “ekspektasi mereka” *but hey sorry why we should care about their judgment* untuk segera menikah. Ke depannya kita pasti akan semakin sering berdebat, pasti akan banyak menemukan ketidaksukaan, kekurangan satu sama lain, rasa sayang yang semakin biasa saja (ini paling sulit dan harus tetap dipelihara) tapi biarlah itu tidak membuat saya dan William mundur untuk perjalanan ini. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Merdeka Finansial

 

Utang Produktif

Menjadi pekerja kantoran sudah tujuh tahun seharusnya saya sudah punya tabungan yang cukup untuk masa depan. Tetapi kenyataannya sampai detik ini saya masih tergolong sobat miskin yang kalau akhir bulan benar benar bingung mau ngorek recehan dari mana lagi. Saya suka bingung gaji saya semua pada kemana padahal kalau mau dicek saya gak punya barang barang mahal. Di usia hampir 30 kayaknya saya harus mulai  melakukan reformasi untuk keuangan pribadi. Lalu kemarin gak sengaja baca snapgram nya blogger sekaligus influencer Alodita tentang manajemen keuangan atau financial planning. Pas baca seluruh penjelasannya ditambah nonton live IG nya  Alodita bersama seorang financial planner, fix saya adalah orang yang paling kacau dan gagal me menage keuangan.

Menurut Financial planner nya, penyebab keuangan berantakan adalah life style dan pengen punya experience. Orang  yang gagal mengelola keuangan adalah orang yang  menaruh life style sebagai prioritas utama sehingga menyebabkan cashflow berantakan. Lalu gimana dong supaya cashflow bisa rapi dan bisa nabung? Ternyata ada pedoman dasar yang harus alias wajib diikuti.

I. Spend less than you earn
Setiap gajian harus membagi gaji ke 6 pos (busyett banyak bangett) yuk kita lihat:

Merencanakan Dana Pendidikan Anak Semudah Menggenggam Smartphone

1. Pos 1 : Perpuluhan/Zakat 10 % atau 2.5%
Karena saya Kristen, maka saya pakai 10 % adalah untuk pepuluhan
2. Pos 2 : Dana Darurat min 10 %
Pos ini sama sekali belum pernah saya dengar dan ternyata ini sangat penting. Saking pentingnya pos ini dijadikan prioritas kedua. Pos ini cukup membuat saya ngos ngosan dan ketakutan karena ternyata dana darurat harus 6 x pengeluaran tetap bulanan (yang belum nikah) dan 12 x pengeluaran tetap bulanan (yang sudah nikah). Dana Darurat bisa dikatakan sebagai titik penentu apakah seseorang sudah masuk merdeka finansial atau tidak (istilah “merdeka” ngeri kan ya, berarti saya nya sampai sekarang masih terjajah). Sepenting apa sih emang dana darurat sampai harus segitu banyak dan jadi penentu merdeka finansil? Jadi katanya ini dana hanya bisa dipakai saat ada musibah, sakit keras dan saat kita kehilangan pekerjaan. Penyalurannya emang untuk kebutuhan darurat gitu, jadi jangan dipakai untuk nge-starbuck atau beli lipstick ya karena itu bukan kategori darurat. Semakin cepat terkumpul sebenarnya lebih baik, makanya minimum 10 % jangan dijadikan patokan, coba dibikin 20 atau 30% biar lebih cepat merasa aman dan merdeka.
3. Pos 3 : Tabungan/Investasi min 10%
Semua pasti setuju kalau dari kecil kita sudah diajarin untuk menabung. Nabung di celengan ayam yang kalau udah penuh harus dibongkar. Dari dulu sih saya nabung sekaligus rajin ngabisin tabungan alhasil gak jadi punya tabungan hahhha. Kenapa saya rajin ngabisin? ya karena itu tadi gak punya dana darurat, jadi kalau sakit, pulang kampung, tabungan setahun dihabisin.
4. Pos 4 : Hutang/Cicilan maks 30%
Pos ini sebenarnya ditujukan untuk keperluan kita kalau mau nyicil beli rumah atau kendaraan. Karena keperluan nyicil atau utang makanya dibatasin sampe 30% supaya kita gak kebanyakan utang atau supaya tahu diri bahwa uang yang kita punya hanya bisa dipakai sampai 30% untuk ngutang. Bayangin kalau kita gak hitung standar berapa duit yang bisa kita utangin, bisa bisa pendapatan tiap bulan habis hanya untuk bayar cicilan. Dalam kasus ini jujur sih saya udah alokasiin 30 % gaji dengan pakai BNI TAPENAS. Sistemnya tiap bulan tanggal 5 bank otomatis debit uang di rekening kita senilai berapa yang kita ajukan. Hanya saja saya tujuannya bukan untuk nyicil rumah, tapi nyicil bantu biaya nikah yang notabene nya masih 2 tahun lagi. Tapi kudu dicicil dari sekarang, karena gak sanggup nyicil dalam setahun namanya juga sobat miskin.
5. Pos 5 : Pengeluaran tetap tiap bulan/ Biaya hidup
Untuk pengeluaran tetap tiap bulan kita harus hitung perintilan atau membongkar semua apa saja yang kita butuhkan tetap setiap bulannya. Saya sendiri rinciannya seperti berikut:  uang kost, uang kontrol gigi tiap bulan, biaya makan, uang renang, alat alat mandi, skincare. Pos ini mau gak mau harus dipenuhi, apalagi uang kost sama gigi jangan terlambat kakaaaakk bisa diomelin sama ibu kost dan ibu dokter. Harapannya sih gigi cepat benar biar bisa mengurangi pengeluaran ( 200 ribu sungguh sangat teramat berharga bagi saya).
Nah untuk skincare, saya bingung banget mau diapain. Kulit saya sok kaya maunya barang barang mahal cyiiiinn. Wardah, Ponds dan sejenisnya tidak mempan. Sejauh ini yang aman dan ngefek di kulit saya adalah brand Innisfree, Benton, Klairs, Pixi Glow Tonic, Missha Treatment Essence, Cetaphil, The Ordinary, Sensatia Botanica,  sama sunscreen yang Biore aqua rich. Kalau untuk sobat kaya sih brand diatas kategori murah meriah, tapi sekali lagi saya adalah sobat miskin. Mulai sekarang makanya harus makin diirit irit, kalau mau skip gak mungkin banget karena kulit juga adalah investasi masa depan hahahhaa.
6. Pos 6: Gaya Hidup/Liburan
Ini gak harus dan emang hanya bisa ada kalau ada sisa dari pos 1-5. Pas tahu ini gak wajib, leher saya tegang dan berhari hari kepikiran ” gila hidup kok miskin banget sih” tapi saya diingatkan kalau miskinnya hanya sementara. Nanti kalau udah merdeka finansial, bonusin deh diri sendiri liburan ke Jepang (mimpiiiiiiii tapi di-aminiiiiiiiiiin ). Setelah dihitung sih butuh 3 tahun untuk memenuhi dana darurat. Baiklah 3 tahun siap siap hidup sekarat 🙂

II. Earn more than you spend
Ini bisa jadi opsi kedua kalau ternyata pas kamu hitung hitung gaji gak mencukupi dibagi ke 6 pos diatas. Saya sendiri sih opsi I masih sanggup walau nangis di pojokan.
Caranya gimana earn more, kata financial planner bisa belajar bisnis kecil kecilan, cari side job.

Tips terakhir adalah semua pengeluaran atau cashflow harian dicatat rapi, di Ms. Excell might help us a lot untuk monitor dan evaluasi keuangan kita tiap bulan.

A peak into how some girl organizes the family finances every month. #organizing

 

 

 

Screening Humanity

Mendeskripsikan arti cinta lewat kata kata sebenarnya cukup sulit. Selain memiliki makna yang luas, menurut saya tidak ada kata kata yang cukup tepat untuk menguraikan apa arti kata tersebut. Hal yang paling mudah untuk melihat apa itu cinta adalah lewat tindakan karena cinta adalah sebuah kata kerja (menurut saya) yang harus dikerjakan jika ingin memahami maknanya.

Dua malam berturut turut saya dibuat kagum dan dibukakan tentang sebuah cinta lewat sebuah documentary di KBS (eh tapi saya nonton nya di youtube ya hehhe). Screening humanity dengan episode All about my love (5 part) yang sudah disiarkan tahun 2014 tetapi saya baru ketemu 2018. Screening humanity all about my love meliput kehidupan sepasang kekasih yang saat itu sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Bukan tanpa alasan kisah mereka diliput oleh KBS, Kwon Juri seorang perempuan cantik berasal dari keluarga berada, dibesarkan di Seoul dan memiliki kepribadian yang sangat ceria, rendah hati serta berjiwa sosial. Park Hangseung seorang lelaki yang berasal dari daerah  di ujung barat daya Korea selatan,  Mokpo. Park Hangseung lahir sempurna dari keluarga kecil dengan kedua orang tua petani, namun di usianya ke 4 tahun, Ia kehilangan satu tangan dan satu kaki akibat kecelakaan yakni sebuah Truk bermuatan 3 ton menimpanya.

Perjuangan Park Hangseung sejak kehilangan satu kaki dan satu tangan tidaklah mudah, namun orang tua dan seluruh keluarga besar sangat mendukungnya sehingga Ia tumbuh menjadi manusia yang memiliki cita cita dan semangat tinggi. Meski demikian kerap kali Park Hangseung merasa down hingga pertemuannya dengan Kwon Juri banyak mengubah hidupnya. Kwon Juri secara tidak langsung membuat Park Hangseung mencoba beberapa jenis olahraga yang tidak memungkinkan seorang disabilitas melakukannya. Hingga kini Park Hangseung menjadi seorang atlet disabilitas sedangkan Kwon Juri sukses di karirnya sebagai pemain teater juga guru untuk  anak anak disabilitas. FYI mereka kini sudah menikah setelah Kwon Juri sempat merasa kecewa karena belum dilamar oleh Park Hangseung diusia hubungan mereka yang ke dua tahun. Alasan Park Hangseung saat itu, keuangannya dan pekerjaanya belum mendukung untuk membawa Kwon Juri ke jenjang pernikahan.

Menurut saya deskripsi cinta sangat sempurna digambarkan oleh pasangan tersebut. They love each other, they support each other and maximize each other. Saya jadi teringat sebuah khotbah staff senior perkantas pasangan yang baik adalah menjadikan satu sama lain menjadi yang terbaik dari diri mereka masing masing istilahnya ketika pacaran semua potensi potensi yang ada bisa dikembangkan.

One Fine Day

Tanggal 22 adalah tanggal yang punya cerita bagi saya. Selain tinggal hitungan hari menuju gajian, tanggal itu saya diajak pacaran di rumah makan padang yang lumayan hits Buffet Mini Benhill. Menurut yang ngajak sih rencananya di tempat makan yang agak bagusan dikit tapi entah kenapa siang itu sehabis ibadah minggu, saya maunya makan di buffet mini Benhill karena pengen makan lontong padang. Dua bulan kemudian setelah proses doa finally saya dan William resmi pacaran.

Setiap tanggal 22 kita biasanya evaluasi hubungan kita dan evaluasi pribadi satu sama lain. Kalau lagi hari kerja kita hanya evaluasi lewat telfon tapi kemarin karena liburan hari raya haji, kita bisa ketemu untuk merayakannya. Merayakan yang saya maksud bukan ala ala makan romantis (we never did it dan saya nya juga gak suka romantis seperti itu). Kemarin kita main ke GBK dengan tujuan nonton Asian Games. Kalau kata anak anak gaooolll sekarang ” aku semurah itu loh” dikasih temporary pass aja udah bahagia luar biasa.

Selama disana panas matahari yang nampol parah sama sekali gak mempengaruhi mood. Sudah 4 tahun di Jakarta baru kali ini masuk GBK rasanya kayak dikasih kado mewah sama pacar, hahhaha. GBK ternyata gede banget dan mungkin saat masuk kedalam lagi gak ada acara apa apa jadinya bener bener bersih dan kelihatan banget sih dirawat dengan baik. Thanks to all yang bertanggung jawab membuat GBK segitu mewah dan terawat.

 

20180822_14210220180822_142109

Untuk sang pacar terima kasih sudah menjadi partner yang seru. 10 bulan yang penuh tawa, seru, saling membangun, saling memperbaiki diri dan sedikit drama. Yes I thank God karena saya dan William cukup jarang brantem. Kalau melihat pasangan pasangan lain yang kalau brantem bisa ada yang nangis meraung raung, kita berdua malah kalau brantem paling saling diam. Setelah diam sehari dua hari komunikasi lagi saling koreksi dan minta maaf. Komunikasi disaat emosi sudah mereda memang the best untuk menyelesaikan permasalahan. Gaya pacaran kita juga tidak mengharuskan setiap hari harus dichat “Lagi apa, udah makan dll” Hal semacam itu memang bukan komunikasi yang berkualitas menurut saya.

Processed with VSCO with g3 presetProcessed with VSCO with g3 preset20180822_142208

Tujuan pacaran itu adalah saling mengenal lewat komunikasi dua arah yang berkualitas (semacam berbagi mimpi kedepannya) untuk bisa menilai apakah pasangan kita bisa menjadi seseorang yang bisa saling mendukung dimasa depan nanti. Dalam pacaran juga harus saling terbuka artinya tidak menutup nutupi siapa kamu sehingga pasanganmu bisa mengenalmu dengan jelas dan apakah pasanganmu bisa menerimanya. Pacaran juga harusnya tidak mengikat pasanganmu untuk tidak bisa melakukan atau mengembangkan atau menikmati hidupnya. Kerap sadar tidak sadar saat pacaran kita menginginkan sang pacar memberi waktunya penuh untuk kita. Hal tersebut sebenarnya membuat pasangan akan semakin kehilangan kesempatan untuk bahagia. Sebagai pasangan haruslah saling mendukung untuk berkembang dan meraih mimpinya.