Pesan dari Sky Castle

Setelah sekian lama absen nonton drama Korea (kayaknya drakor terakhir yang saya ikuti Descendant of the Sun) akhirnya kemarin sebelum libur lebaran nekat download drama yang berjudul Sky Castle. Awalnya ragu karena pemainnya gak ada yang saya kenal, para ibu ibu, episodenya panjang sampai 20 tapi karena ingat ada teman pernah ngerekomendasiin ya udah saya coba download. Beberapa hari setelah libur sih tetep masih dianggurin dalam flashdisk karena emang gak penasaran, tetapi diujung liburan akan segera berakhir iseng nonton ternyata dramanya super duper bagus.

Drama ini gak ada cerita romance sama sekali, setiap episode penuh dengan kemisteriusan padahal tema besar drama ini adalah ambisius para orang tua untuk kesuksesan anaknya anaknya di masa depan. That’s why drama ini sangat recomended untuk ditonton bu ibu dan pak bapak. Related sekali dengan kehidupan para orang tua, menurut saya loh ya. Di drama ini para orang tua sibuk menuntut anak anaknya untuk belajar bahkan ada yang menyedikan pelatih/guru private, melepaskan pekerjaanya demi bisa membimbing anak anaknya, bersaing satu sama lain untuk membuat masing masing anak berhasil masuk ke universitas terbaik. Ambisi para orang tua tersebut membuat mereka kehilangan kontrol dan logika. Cerita dramanya tidak akan saya bahas panjang lebar. Yang mau saya share adalah pesan dari si drama ini.

That’s true dan wajar semua orang tua ingin anak-anaknya memiliki masa depan yang jelas, baik dan sukses. Orang tua mau anak anaknya setidaknya memiliki hidup yang lebih baik atau kalau istilah orang batak “menaikkan harkat martabat orang tua”. Penderitaan orang tua biasanya tidak mau diturunkan ke anak anaknya kelak. Dengan semua tujuan baik dan mulia tersebut, orang tua pasti memberikan pendidikan yang terbaik. Tetapi menurut saya banyak orang tua yang kelewat batas. Tidak sedikit orang tua, menentukan cita cita anaknya. Ada orang tua yang ingin anak-anaknya memiliki cita cita yang sama dengan orang tuanya. Misalkan ibu atau bapaknya seorang dokter, maka si anak didoktrin untuk jadi dokter. Ada juga yang ingin anak-anaknya melanjutkan cita cita orang tuanya yang tidak kesampaian. Misalkan dulu emaknya gak kesampaian jadi Guru, si anak lalu dipaksa masuk Pendidikan Guru (ini kasus salah satu teman kuliah saya dulu). Atau ada juga yang mau anaknya seperti A, B, C, D yang dikenal sukses dan kaya raya.

Masalahnya karena hukumnya anak harus patuh sama orang tua, banyak anak anak yang terpaksa manut manut aja. Kalau tidak mengikuti perintah orang tua biasanya akan habis dinasehati, bahkan dikata anak durhaka. Banyak anak anak yang akhirnya kehilangan kesempatan untuk mengenali talenta, passion, hobby mereka sendiri. Anak anak dipaksa untuk ikut rencana orang tuanya yang katanya”demi masa depanmu yang lebih baik”. Orang tua sering sekali menggunakan senjata “saya sudah lebih banyak makan garam, I know what’s the best for your future”. Kalimat pamungkas tersebut seolah olah skak mat untuk anak anak. Kalau kata Sky Castle ” Saya jadi mayat hidup karena hidup dengan cara yang ibu mau”

It’s ok orang tua punya harapan tertentu untuk anak anaknya tapi menurut saya anak anak kasih dan otoriter itu berbeda. Jika orang tua ingin yang terbaik bagi anak anak tentu itu karena kasih, namun kalau sudah sampai menentukan dimana harus sekolah, harus dapat nilai seperti apa, cita cita harus setinggi langit sehingga nama baik keluarga tidak tercoreng that’s kind of otoriter. For me anak anak masih tetap punya masa depan yang baik even dibiarkan memilih apa yang dia suka dengan bantuan, masukan, pandangan dari orang tua. Let them to choose their path. You children are not your children, they are the sons and daughters of Life’s longing for it self. They came through you but not from you and though they are with you yet they not belong to you.

Advertisements

Pilihan Selain Yoga

Kayaknya udah setahun saya gak aktif di dunia per-yoga-an. Rasanya makin malas karena gak ada teman buat diajak yoga bareng setelah teman yoga saya udah nikah setahun lalu. Kadang-kadang sih masih yoga tapi asal asalan dan selalu cari durasi yoga paling cepat, itu juga kalau punggung dan bahu udah gak bisa diajak kompromi. Tapi beberapa bulan terakhir perut buncit kok makin nyata sampai sampai pakai celana jeans kok berasa sesak. Akhirnya coba cari cari variasi olahraga selain yoga. Lalu ketemulah namanya Strong by Zumba.

Pertama kali coba badan saya asli gak sanggup menyelesaikan semua gerakannya karena intensitasnya tinggi banget, cepat dan butuh tenaga banyak. Mungkin karena terbiasa Yoga yang gerakannya lebih slow, jadinya pas cobain jenis work out ini badan saya gak bisa diajak koordinasi. Semua gerakan di Strong by Zumba ini akan diiringi musik tapi bukan musik ala ala Zumba yang banyak kita tahu. Musik di Strong By Zumba di design sendiri mengikuti gerakan gerakan. Musik-musik yang dipakai beraliran EDM, techno, house, dubstep dan hip-hop. Selain beda di musik, strong by Zumba juga lebih menitikberatkan gerakan seperti training, bela diri, kardio yang menggunakan intensitas rendah hingga ke tinggi. Namanya anak Yoga pindah haluan ke gerakan semacam ini, tentu hanya bertahan beberapa hari saja. Lalu kemudian menemukan BBG Workout.

BBG workout ini diperkenalkan oleh Kayla Itsines. BBG sendiri adalah kepanjangan dari Bikini Body Guide. Kayla mendeklarasikan 12 minggu teratur mengikuti programnya pasti akan menghasilkan tubuh ideal untuk menggunakan bikini (seperti nama programnya). Kayla menjadi sangat viral dengan program BBG workoutnya karena telah berhasil membuktikannya dengan menampilkan before after murid muridnya di postingan Instagram. Karena banyak permintaan, akhirnya Kayla sendiri sampai bikin E-book nya dan laris manis diperjual belikan. Saya sendiri udah cobain dengan panduan dari Youtube, seru dan mudah untuk ditiru tapi namanya workout pasti “menyiksa”. Sekali workout untuk pemula hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Gerakannya hanya ada 4 jenis yang dilakukan selama 7 menit dan diulang dua kali. Jujur BBG workout sendiri bikin badan saya segar, buncit kayaknya sejauh ini berkurang satu lipatan. Hehehhe

Nah selain BBG workout, saya juga suka ganti suasana dengan gerakan gerakan di Skwad Fitness. Nemu gak sengaja di Youtube dan disana variasinya lebih banyak, kalau mau Yoga pun ada. Di chanel ini gerakannya juga banyak yang mudah ditiru tetapi sungguh menyiksa. Enaknya karena pakai Bahasa Indonesia jadi lebih tahu atau ngerti apa yang dipandu sama trainernya. Jujur sih pas ketemu ini, total keinginan saya mau jadi member gym langsung batal. Sebagai kaum “berhemat” menggunakan fasilitas yang ada (matras only) dan semudah membuka Youtube kayaknya gak ada alasan lagi untuk malas malasan olahraga. Selain goal mengurangi buncit, tentu goal yang lebih bermanfaat dan jangka panjang adalah kesehatan serta awet muda hahaha.

Jangan Lupa Nafas

Jadi ceritanya saya nulis ini setelah nonton Youtube Channel Menjadi Manusia episode 70. Episode ini menampilkan Lisa Samadikun yang bercerita tentang kisahnya yang mendapat second life dan menemukan arti kebahagiaan. Dari video tersebut saya mendapat pesan penting bahwa nafas adalah awal pemulihan. Semudah bernafas namun tidak disadari banyak orang karena kebanyakan kita lupa bahwa nafas adalah pekerjaan pertama dan terakhir manusia dalam hidupnya. Tetapi pekerjaan tersebut jarang kita lakukan dibawah kesadaran dan dengan rencana. Setiap hari kita bernafas dan disaat yang sama pula kita lupa kita sedang bernafas apalagi dikala sibuk atau memiliki pekerjaan yang banyak. Makanya kalau lagi sibuk kita suka keceplosan ” sampe lupa nafas” .

Cara manusia bernafas sebenarnya selalu menggambarkan kondisi manusia tesebut. Seperti halnya kalau lagi ketakutan pasti pola nafasnya akan cepat. Dan sebenarnya saat mengalami pola nafas yang tidak normal, manusia memiliki kemampuan untuk me-manage kembali agar nafas tersebut kembali normal. Kalau kata mas Reza Gunawan di http://www.rezagunawan.com/2009/01/keajaiban-sang-napas/ kesembuhan holistik atas semua permasalahan dan tantangan adalah dengan solusi yang sangat sederhana yaitu bernafas dengan sengaja penuh rasa dan kesadaran. Salah satu praktek yang saya kerjakan dari teori mas Reza adalah teknik nafas 4 -7 -8. Nafas 4-7-8 artinya menghirup nafas selama 4 detik, menahan nafas selama 7 detik lalu menghembuskannya selama 8 detik. To be honest, setiap selesai mempraktekannya saya selalu merasa lega, bisa tidur nyenyak dan memberikan release di bahu saya yang kerap tegang kalau lagi mikir sesuatu terlalu keras.

Find a Purpose

To find a purpose:

1. It is a journey not a destination -> sebuah perjalanan yang terus berlanjut dalam hidup dan tidak akan pernah tahu berakhir dimana. Jika kamu pernah berada dalam satu titik dan  kamu merasa itu adalah titik dimana kamu berhenti, itu adalah hal yang salah karena purpose tidak punya akhir as long as you live.

2. You do not always see it clearly from the beginning -> awalnya kita tidak bisa melihatnya secara jelas. sekabur dan sesamar apapun perjalanan kita hari ini tetaplah berjalan karena kita tidak pernah tahu apa yang akan disingkapkan  Tuhan kedepannya. Perjalanan akan semakin menunjukkan apa tujuanmu, apa purpose Tuhan mau dari hidupmu. To find your purpose it means harus mengetahui hidupmu secara utuh.

3. Start with whatever is in your hand -> Seringkali kita merasa lost dalam perjalanan hidup karena sibuk melihat perjalanan hidup orang lain. Semisal kita melihat orang lain sukses sebagai MUA, kita jadi iri dan berkata dalam diri sendiri “seandainya aku bisa jadi MUA. Saat kita melihat teman sukses sebagai penulis, dokter atau apapun itu,kita menjadi ingin seperti mereka hingga kita lupa apa yang ada di depan kita, apa yang sedang ada di tangan kita untuk kita kembangkan.

4. Tidak selalu panggilan hidup itu seems to be spectaculer. peran yang biasa saja bisa dibuat Tuhan menjadi luar biasa. Jangan meremehkan hidup atau pekerjaan yang kelihatan sederhana. Be the best whatever you do in your life.

 

Apa Gunanya Nikah?

Percakapan dengan beberapa sepupu:
A: Sudah beberapa tahun menikah (bapak dua anak)
B: Baru menikah bulan lalu (Masih nganggur, nunggu panggilan)
C: Me Belum menikah

A: Jadi sementara kerjaan nganter istri kerja dong ya?
B: Iya, pagi setelah pulang nganter bengong gak jelas mau ngapain akhirnya tidur aja sampe sore
Maktua: Loh bisa bersih bersih kontrakan, nyuci kek atau ngapai
B: Lah masa udah nikah harus nyuci lagi, apa gunanya dong menikah. Masa gak ada bedanya belum menikah dan udah menikah
C: Emang gunanya nikah itu biar ada yang nyuciin dan masakin ya? laki laki juga bisa kali ngerjain itu. (nada emosi)

Konsep perempuan yang sudah menikah  harus masak,  cuci piring dan pakaian, setrika, and you name it yang berbau pekerjaan rumah tidak pernah bisa saya setujui sepenuhnya. Alasan saya gak setuju bukan karena saya pemalas atau juga bukan seorang feminis but as I know perempuan  tidak diciptakan untuk itu melainkan untuk jadi pendamping, penolong yang sepadan. Kata “pendamping” menurut KBBI berasal dari kata “damping”  yang bermakna dekat, karib, rapat. Dalam konteks pernikahan mendampingi berarti menjadi teman  hidup yang paling dekat. Jadi gak ada referensi perempuan menjadi tukang cuci, tukang masak setelah menikah. Kamu  sebenarnya menikah atau cari pembantu?

 

Drama Anak Kost

Selama 12 tahun menyandang gelar “anak kost” baru kali ini rasanya banyak drama di kostan. Dari awal masuk emang udah rada rada kurang nyaman sama kebersihan kamar mandi, kulkas, sampah dan lantai. Udah coba bikin jadwal tapi kayaknya gak ada yang jalani akhirnya saya sendiri sekali seminggu kudu nyikat kamar mandi, tiap pagi ngumpulin sampah berserak karena kucing kucing liar. Belum lagi dua orang anak kost ada yang pindah karena masalah di kostan, jadilah saya merasa gak nyaman tinggal.

Tadi pagi hampir aja tanduk iblis saya keluar. Anak baru yang menghuni kamar sebelah saya punya peliharaan kucing. Saya gak ngerti apa emang diizinin sama yang punya kostan atau emang gak ngasihtau kalau dia bawa peliharaan. Hari pertama masuk kost, kucingnya langsung kasih bonus pup dong depan kamar saya. Penuh lemah lembut dan hati hati saya tegur biar pup tuh kucing dibersihin. Minggu minggu berikutnya si kucing berpindah tempat untuk pup, di lantai paling atas tempat kita jemur pakaian. Well sehari hari sih gak ganggu karena posisinya di atas but setiap jemur pakaian baunya semriwing bikin pengen muntah.

Tapi akhir akhir ini kucing tersebut berpindah tempat lagi dan pilihan tempatnya sangat tidak tepat. Dia pindah ke kamar mandi tempat kita cuci piring dan pakaian dan posisinya dekat dapur.  Kebetulan saya selalu bangun lebih awal dari anak anak lainnya karena saya harus masak buat bekal ke kantor. Setiap saya bangun pagi sekitar 05.20, saya selalu menemukan pup kucing dan itu membuat saya gak bisa masak. Kalau masak kan butuh air buat cuci bahan bahan masakan, tapi bingung mau nyucinya gimana karena si pup selalu persis di sebelah keran air. Mau gak mau dan  gak enak hati harus bangunin kamar sebelah buat bersihin pup kucingnya tapi kan saya gak enak banget kalau harus ganggu tidurnya tiap hari. Sebenarnya karena gak enak bangunin dia pagi, kemarin udah saranin buat beli kotak sama pasir untuk tempat kucingnya pup, cuman sampe sekarang belum dibeli.

Tadi pagi pas nemu saya coba bangunin kamar sebelah, tapi karena gak bangun bangun saya terpaksa masak ditemani pup yang baunya bikin pusing. Sampai selesai masak saya coba banguni lagi dengan nada udah mulai bawel. Soalnya kalau tuh pup gak dibersihin saya gak bisa cuci piring dan peralatan masak yang baru saya pakai. Sementara jam udah 6.30 it mean’s udah waktunya mandi tapi cuci piring belum bisa. Setelah berkali kali banguni, akhirnya dia bangun. Saking kesel saya diem aja gak pake nyapa lagi dan gak lihat wajahnya. Mau marah sama kucingnya yang pup sembarangan kan gak mungkin, ya udah marah sama pemiliknya aja kenapa gak nyediain bak pasir.

 

 

Hotel Mumbai

download

Sebuah Film India tapi jangan pikir kalian akan melihat adegan nyanyi dan nari, sebaliknya dari awal hingga akhir film ini menyajikan tangis, ketakutan dan  kengerian akibat brainwash. Kalau kalian ingat aksi Teroris yang terjadi di India tahun 2018, nah film ini diangkat dari kejadian tersebut. Selama nonton bahkan setelah nonton, film ini berhasil bikin dada sesak karena memang benar benar memperlihatkan tragedi kemanusiaan. Nyawa demi nyawa habis begitu saja seperti tidak mempunyai nilai sama sekali. Bagi para teroris nyawa manusia yang jadi korban mereka bukanlah sesuatu yang haram sebaliknya  makan pizza yang diduga ada babinya adalah hal haram.

Lewat film ini kita ditunjukkan bahwa ada manusia yang barbar  kehilangan rasa kemanusiaan sementara ditempat  dan kejadian yang sama ada  staff hotel  yang penuh kasih rela stay di hotel untuk membantu menyelamatkan para tamu padahal mereka punya pilihan untuk kabur meninggalkan hotel. Pesan kemanusiaan juga ditunjukkan salah satu staff Hotel , Arjun yang memilih melepaskan “pagri” sejenis sorban di kepalanya untuk membantu mengurangi pendarahan salah satu korban. Bagi sukunya, pagri adalah sebuah simbol kesucian dan akan menjadi aib bagi keluarganya apabila sorban tersebut dilepas, tetapi dalam keadaan genting mudah saja Ia melepaskan pagri tersebut. Baginya simbol simbol kesucian tidak begitu penting lagi jika harus dihadapkan dengan nilai kemanusiaan. Apakah saat Ia melepaskan, keluarganya akan merasa malu? Menurut saya tidak sama sekali, melainkan keluarganya akan begitu bangga atas perbuatan tersebut.

Para pelaku teroris yang menyerang hotel Taj masih sangat muda. Mereka berhasil dibrainwash dengan issue agama. Pelaku diajari untuk membenci dan merasa terintimidasi dengan orang orang lain yang tidak sealiran dengan mereka. Mereka dibentuk untuk menjadi manusia yang tampak “benar” dimata Tuhan dan orang lain yang “tidak benar” harus dimusnahkan karena “Tuhan” akan senang atas perbuatan tersebut.  Issue agama memang menjadi hal yang paling mudah dijadikan “tumbal”. Kehadiran agama (a=tidak;gama= kacau) yang awalnya memiliki tujuan untuk mengatur kehidupan manusia agar tidak kacau malah menjadi boomerang karena kurangnya pengetahuan mendalam akan agama sendiri.

Dari tragedi di India dan rangkaian banyaknya aksi aksi teroris lainnya di dunia harusnya menjadi sebuah pembelajaran bahwa menerima ilmu baik itu ilmu agama haruslah menggunakan akal budi dan pikiran. Kalau ada ajaran yang didengar yang bermakna untuk membenci, menghakimi, menjauhi bahkan memusuhi, please untuk menjauh dari ajaran tersebut. Tuhan gak pernah memiliki tujuan untuk memporak porandakan atau menghancurkan ciptaanNya.

Apa itu Sederhana

Beberapa kali menemukan postingan seseorang lagi nginap di hotel tapi deskripsinya “Nginap di gubuk sederhana, disyukuri aja” Jujur tangan saya gatal pengen koment tapi malas cari masalah hehehe. Sebenarnya dia itu emang kaya raya banget gak sih sampai hotel dikatain gubuk. Atau apakah dia mau terlihat sederhana dan rendah hati dimata para followernya.

Nah sebenarnya kata “sederhana” memiliki standar yang berbeda di setiap orang, sama halnya dengan “kaya”. Ada yang merasa kaya ketika punya duit sejuta dua juta, ada yang menganggap sejuta hanyalah uang jajan sehari. Ada yang merasa tas sejuta itu murah meriah sementara ada yang merasa beli tas sejuta itu sungguh buang buang duit karena sejuta bisa modal makan selama sebulan. Ada yang ngidam makan di Singapura, hari itu juga langsung terbang sama suaminya ke Singapura sementara ada yang makan KFC aja sudah merupakan kemewahan yang bisa dinikmati ketika lagi ada rezeki. Ada yang bilang harga skincare 500 ribuan masih affordable sementara ada yang harus beli share in jar 80 ribuan karena gak sanggup beli botol/ukuran asli senilai 250 ribu. Masih banyak contoh lain.

Jadi kalau mau posting harta, posting lagi stay dimana, posting lagi liburan dimana gak usah bikin caption ala ala merendah gitu. Toh kalau emang lagi di hotel atau lagi makan mahal atau lagi liburan, orang yang melihat pasti bergumam “wah hebat ya dia” atau “Ih enak banget” and you no need to look like down earth jawab ” ah murah kok” ” ah disini doang kok” belum tentu murah yang kamu bilang gak murah dimata temen atau orang yang melihatnya. Kalau mau terlihat sederhana sekalian gak usah posting foto foto atau kalau mau posting foto pas lagi makan lele, indomie warteg sama cilok aja hehhe.

Budget-ing

“Ternyata kalau bikin budget, kita jadi tahu ya duitnya kemana aja” That’s what William said dua minggu lalu. Saya emang suka cerita ke dia kalau tiap bulan saya selalu langsung budgetin gaji ke posnya masing masing. Bahkan saya juga cerita kalau gaji saya itu nge pas banget setelah di bagi bagi dan gak pernah ada lebih. Apalagi sejak Oktober tahun lalu saya nekat nge-pos in tabungan 30 % dari total gaji yang diterima. Jadlah sejak itu saya nya makin ngos-ngosan tiap hari karena harus berhemat. Salah satu penghematan yang saya kerjakan dan emang butuh effort banget adalah masak untuk sarapan dan bekal makan siang di kantor. Karena saya sering cerita dan dia udah tahu banget seluk beluk gaji saya kemana saja, akhirnya dia termotivasi untuk melakukan hal yang sama yaitu budgeting.

Terus emang budgeting saya gimana? Here it is:
1. 10 % adalah perpuluhan. Untuk ini emang prioritas pertama, meskipun sempat gak diaplikasikan lagi tapi sejak PS. Jose Carol jelasin di sela sela khotbahnya akhirnya saya bertobat.
2. 30 % adalah tabungan. Saya itu tipe orang yang bisa ngabisin duit berapa aja kalau tahu di rekening ada duit. Jadi cara paling cocok untuk saya agar bisa nabung adalah “sistem maksa” alias ikut Tapenas (bank BNI), kalau bank Mandiri namanya Rencana Mandiri. Jadi sistemnya tiap bulan saldo kita akan didebit sama pihak bank sesuai tanggal dan nilai yang kita mau. Nilai minimum yang bisa kita ajukan setahu saya 50.000 serta kelipatannya dengan jangka waktu minimum 1 tahun. Setelah setahun, uang tabungan kita akan masuk otomatis ke rekening. Kalau aturan dari financial planner sih tabungan itu 10%, yang 30% itu adalah maksimal utang/cicilan. Tapi berhubung sejauh ini saya belum punya cicilan dan dari dulu nabungnya gak komit, jadi sekarang nabungnya balas dendam.
3. 16 % bayar uang Kost. Kok murah banget? Iya emang sengaja ambil yang murah dan agak jauhan dikit dari kantor. Kalau persis dekat kantor yang masih bisa dijangkau dengan jalan kaki harganya selangit. Terus biaya transportasi gimana kalau nge kost jauh dari kantor? Puji Tuhan uang transport dapat dari kantor dan nilainya pas banget untuk ongkos ojek selama sebulan.
4. 30% Biaya makan sebulan. Ini udah termasuk untuk weekend jadi bisa dibayangin ketat banget untuk makan makanya mutusin untuk masak. Masak senin sampai jumat sangat menolong agar biaya segini cukup. Kalau weekend (sabtu minggu) saya spend Rp.150.000, setidaknya bantu William bayarinlah. Kadang gak tega ngebiarin dia semua dan selalu yang bayar. Kalau saya yang ambil alih bayar pasti gak cukup jadi sejauh ini masih hanya membantu menambah sedikit. One day I promise will treat you many times Will.
5. Sisa 14 % ini biaya lain lain yang kudu dipenuhin juga, skincare dan kontrol gigi. Jujur untuk skincare saya selalu harus beli share in jar agar budgetnya masuk. Kalau beli full alias ukuran sebenarnya saya gak sanggup. Sementara untuk gigi sama sekali gak bisa ditawar karena tiap bulan gigi berkawat emang harus dikontrol. Sebenarnya udah bosen banget pake behel tapi entah kenapa gigi saya kok lama banget selesainya. Saking bosen sampe pernah kebawa mimpi behelnya dicopot dan saya senang luar biasa, sayangnya itu hanya mimpi semata.

Nah setelah bikin budget seperti itu tentunya tidak berguna kalau tidak diaplikasikan. Untuk membantu saya apakah masih ikut aturan atau sudah membelok adalah mencatat pengeluaran tiap hari. Sejauh ini berkat rajin mencatat, saya jadi bisa kontrol hasrat hasrat ingin belanja terutama ketika melihat baju baju lucu.

Clean up Your Own Mess

Kebiasaan saya dan William setiap selesai makan diluar adalah membereskan meja sendiri dengan cara menumpuk semua piring dan gelas yang kita pakai di bagian tengah meja, me-lap meja dengan tissue dan mengumpulkan semua tisue bekas kita pakai. Saya lupa sejak kapan kita melakukan ini tapi yang pasti sudah cukup lama. Kebiasaan ini juga bukan hanya saat makan, tapi juga saat nongkong di Starbuck atau tempat ngopi lainnya. Beberapa kali saat sedang membereskan meja, saya melirik ada aja orang di sebelah meja kita yang melihat dan dari wajahnya tampak melihat kita aneh. Aneh karena emang kebiasaan membersihkan meja sendiri masih sangat asing di Indonesia padahal di negara-negara asing sudah jadi budaya “clean up your own mess”

Kebiasaan masyarakat Indonesia meninggalkan meja berantakan serta tissue bekas pakai berhamburan menurut saya kebiasaan yang harus diubah. Kita kerap menganggap hal tersebut adalah lumrah toh akan ada petugas restorannya yang akan ngerjain, lagian mereka dibayar kan biar ada kerjaan. Eh masa iya kita ngeberesin, apa bedanya dong makan di luar sama makan di rumah. Beda dong, kalau di rumah kamu harus nyiapin sendiri, masakin sendiri dan beresin sendiri sementara kalau diluar kita hanya perlu menumpuk ditengah meja semua peralatan makan yang kita gunakan. Gak ada salahnya kita bantu meringankan pekerjaan petugas restorannnya.


Foto: Shutter Stocks

Clean up your own mess menurut saya merupakan sebuah bentuk tanggung jawab dan kepedulian kita kepada para pekerja di tempat makan maupun tempat nongkrong sejenis Starbuck. Selain membantu meringankan pekerjaan mereka, sebenarnya kita juga membantu pelanggan berikutnya untuk dapat segera duduk di meja setelah kita gunakan. Pasti sering kan kita ketemu meja kosong tapi berantakan dan kotor sehingga minta petugasnya bersihin dulu baru mau duduk. Nah berarti clean up yoour own mess juga bisa mengefisienkan waktu untuk orang lain juga loh. Jadi yuk gak usah merasa pelanggan merupakan “raja” yang semuanya harus dilayani dengan full, please clean up your own mess.


Foto: Shutter Stocks